Sejarah sering kali ditentukan oleh suara-suara kecil yang berani berdiri lebih dulu. Dalam perjalanan panjang politik Papua, nama Johan Ariks muncul sebagai salah satu tokoh awal yang menunjukkan bahwa kesadaran politik rakyat Papua bukanlah sesuatu yang baru lahir belakangan, melainkan sudah tumbuh sejak masa kolonial.
Johan Ariks adalah seorang guru asal Manokwari yang termasuk dalam kelompok kecil orang Papua terdidik pada masa pemerintahan Belanda. Pendidikan memberinya bukan hanya kemampuan mengajar, tetapi juga kesadaran tentang hak, martabat, dan masa depan bangsanya. Di tengah struktur kolonial yang membatasi ruang gerak masyarakat pribumi, Ariks menjadi bagian dari generasi pertama Papua yang mulai berbicara tentang hak politik secara terbuka.
Momentum penting perjuangannya terjadi pada tahun 1949 saat berlangsungnya Konferensi Meja Bundar di Den Haag. Konferensi tersebut menentukan masa depan wilayah bekas Hindia Belanda setelah pengakuan kedaulatan Indonesia. Dalam situasi politik yang rumit itu, Ariks menuntut agar rakyat Papua tidak diperlakukan sebagai objek keputusan semata. Ia menegaskan bahwa orang Papua harus memiliki keterwakilan langsung dalam perundingan yang menentukan nasib tanah mereka.
Tuntutan tersebut bukan sekadar pernyataan politik, tetapi sebuah tanda bahwa kesadaran akan hak menentukan nasib sendiri telah hidup di kalangan elite terdidik Papua sejak awal. Ariks memahami bahwa masa depan sebuah bangsa tidak bisa dirancang tanpa suara rakyatnya sendiri. Ia membawa gagasan bahwa Papua memiliki identitas, kepentingan, dan aspirasi yang perlu didengar di tingkat internasional.
Perjuangan Johan Ariks juga memperlihatkan bahwa sejarah Papua bukanlah ruang kosong sebelum era modern. Ada generasi awal yang telah membuka jalan, menanam benih kesadaran politik, dan memperjuangkan pengakuan terhadap martabat rakyatnya. Apa yang ia lakukan menjadi fondasi bagi diskursus politik Papua di masa-masa berikutnya.
Sejarah bukan sekadar cerita lama untuk dikenang. Ia adalah cermin yang membantu kita memahami hari ini dan menentukan arah masa depan. Mengenal tokoh seperti Johan Ariks berarti menghargai jejak intelektual dan keberanian generasi awal Papua. Dari sana kita belajar bahwa perubahan selalu dimulai dari orang-orang yang berani bersuara, bahkan ketika suaranya masih kecil dan terasing.
#SejarahPapua
#TokohPapua
#PapuaBangkit
#PapuaStory
#SejarahIndonesia
#EdukasiSejarah

0 Comments